
Membangun website bukan hanya soal membuatnya terlihat menarik. Website yang indah namun membingungkan akan tetap ditinggalkan pengunjung. Berikut adalah lima kesalahan UI/UX paling umum yang ditemukan di website UMKM—dan bagaimana cara memperbaikinya.
1. Terlalu Banyak Informasi di Satu Halaman
Ingin menampilkan semua layanan, semua harga, semua testimoni, dan semua kontak di satu halaman memang terasa lengkap—tapi bagi pengunjung, ini justru membingungkan. Mereka tidak tahu harus membaca dari mana. Solusinya: bagi informasi ke dalam halaman terpisah dan gunakan hierarki visual yang jelas agar mata pengunjung terpandu secara natural.
2. Tombol Call-to-Action yang Tidak Terlihat
Banyak website punya tombol 'Hubungi Kami' atau 'Pesan Sekarang' yang warnanya nyaris sama dengan latar belakang halaman. Pengunjung tidak akan mencari tombol yang sulit ditemukan—mereka akan pergi. CTA harus kontras, berukuran cukup besar, dan diletakkan di posisi yang mudah dilihat tanpa perlu scroll jauh.
3. Tidak Mobile-Friendly
Lebih dari 70% pengunjung website membuka halaman dari smartphone. Jika website Anda tidak dioptimalkan untuk layar kecil—teks terpotong, tombol terlalu kecil untuk disentuh, atau gambar tidak muat—calon pelanggan akan langsung menutupnya. Mobile-first bukan lagi pilihan, melainkan standar minimum.
4. Loading yang Lambat
Penelitian Google menyebutkan bahwa 53% pengunjung mobile meninggalkan halaman yang loading-nya lebih dari 3 detik. Penyebab paling umum adalah gambar yang tidak dikompresi, terlalu banyak plugin, atau hosting yang lambat. Optimalkan gambar, minimalisir kode yang tidak perlu, dan pilih hosting yang andal.
5. Tidak Ada Alur yang Jelas
Website yang baik punya alur: pengunjung datang, memahami apa yang Anda tawarkan, tertarik, lalu menghubungi Anda. Jika tidak ada alur yang dirancang dengan jelas, pengunjung akan bingung dan pergi. Pastikan setiap halaman punya tujuan dan memandu pengunjung ke langkah selanjutnya.

